Simulasi Monte Carlo

Simulasi Monte Carlo merupakan suatu pendekatan untuk membentuk kembali distribusi peluang yang didasarkan pada pilihan atau pengadaan bilangan acak (random).
            Istilah Monte Carlo sering dianggap sama dengan simulasi probabilistik. Namun Monte Carlo Sampling secara lebih tegas berarti teknik memilih angka secara acak dari distribusi probabilitas untuk menjalankan simulasi.
            Lima langkah dalam melakukan simulasi Monte Carlo yaitu:
1.      Menetapkan/menentukan distribusi probabilitas untuk variabel-variabel penting
2.      Menghitung distribusi kumulatif untuk tiap-tiap variabel pada langkah 1.
3.      Menetapkan suatu interval dari angka acak (random numbers) untuk masing-masing variabel
4.      Bebtuk atau pilih bilangan acak (generating random numbers)
5.      Nyatakan barisan simulasi dari beberapa percobaan-percobaan.

Ilustrasi simulasi Monte Carlo dari 5 langkah diatas di deskripsikan pada contoh berikut ini.
Manajer IBM Indonesia sedang memutuskan berapa jumlah Laptop yang harus dipesan setiap minggu. Salah satu pertimbangan utama dalam keputusan utama manajer tersebut adalah jumlah permintaan setiap minggunya. Laptop dijual dengan harga Rp 12.500.000,00. jumlah permintaan Laptop merupakan variabel acak (yang dianggap sebagai X) yang berkisar mulai dari 0 sampai 4 setiap minggu.
Dari catatan yang tersedia, manajer telah menetapkan frekuensi permintaan Laptop untuk 100 minggu terakhir dan data itu adalah sebagai berikut:
Tabel 1
Permintaan laptop Per Minggu
Frekuensi Permintaan
0
20
1
40
2
20
3
10
4
10
Jumlah
100

Lima langkah simulasi Monte Carlo untuk mengetahui permintaan rata-rata Laptop per minggu dan pendapatan rata-rata PT IBM Indonesia, adalah sebagai berikut:
Langkah 1: Menetapkan distribusi probabilitas
Tabel 2
Permintaan laptop
Per Minggu
Frekuensi Permintaan
Distribusi Probabilitas permintaan, p(x)
0
20
20/100 = 0,20
1
40
40/100 =0,40
2
20
20/100 = 0,20
3
10
10/100 = 0,10
4
10
10/100 = 0,10
Jumlah
100
1,00
Langkah 2: Menghitung distribusi kumulatif
Tabel 3
Permintaan laptop
Per Minggu
Distribusi Probabilitas permintaan, p(x)
Distribusi kumulatif Probabilitas
0
0,20
0,20
1
0,40
0,60
2
0,20
0,80
3
0,10
0,90
4
0,10
1,00
Jumlah
1,00


Langkah 3: Menetapkan suatu interval dari angka acak (random numbers) untuk masing-masing variabel. Pada langkah 2 kita menyusun probabilitas kumulatif, kemudian kita tandai jumlah yang menunjukan kemungkinan nilai-nilai atau hasil. Hal ini yang sering di sebut interval angka acak (random number intervasl). Pada dasarnya angka acak adalah urutan angka atau digit (katakan digit dari 00,01,02,…..,97,98,99) digit 100, dimulai dari 00 sampai 99. Karena sangat kompleknya membentuk angka acak maka pembentukan angka acak sebaiknya dengan menggunakan perhitungan komputer. Angka acak yang dihasilkan komputer memiliki kesempatan yang sama antara satu dengan yang lainnya sehingga kemungkinan terjadinya suatu angka acak adalah sama (equal likely to accur). Angka acak dari perhitungan komputer bisa juga disebut dengan tabel angka acak (random numbers table). Daftar angka acak (random numbers) dapat dilihat pada tabel 17.1 pada lapiran modul ini.
Karena tabel angka acak yang memiliki dua digit (100 angka) terdiri 00, 01, 02, 03,….,97, 98, 99, maka untuk probalitas 20% pertama adalah interval 00-19 (memuat 20 angka terdiri dari 0,1,2,…..17,18,19), 60% kedua memuat interval 20-59 (memuat 40 angka terdiri dari 20, 21, 22,……,59, berdasarkan distribusi kumulatif probabilitas P(x) pada langkah 2) begitu seterusnya hingga kumulatif probabilitas 100%.
Ringkasan tabel untuk mendapatkan interval angka acak dari distribusi kumulatif pada langkah 2 adalah sebagai berikut:



Tabel 4
Permintaan Laptop per minggu (x)
Probabilitas permintaan, P(X)
Probabilitas kumulatif
Interval angka acak
0
0,20
0,20
0-19
1
0,40
0,60
20-59
2
0,20
0,80
60-79
3
0,10
0,90
80-89
4
0,10
1,00
90-99
Jumlah
1,00



Langkah 4: Bentuk/pilih bilangan acak (generating random numbers). Kita telah memiliki tabel angka acak pada lampiran (Tabel 17.1) pilihlah salah satu bilangan acak (pemilihan ini bebas), misal kita memilih angka acak pada tabel 17.1 adalah adalah angka 39 maka
Tabel 5
Permintaan Laptop per minggu (x)
Interval angka acak
Angka acak
(R)
0
0-19

1
20-59
R = 39
2
60-79

3
80-89

4
90-99


Bila kita memilih angka pada tabel 17.1 adalah 95 maka
Tabel 6
Permintaan Laptop per minggu (x)
Interval angka acak
Angka acak
(R)
0
0-19

1
20-59

2
60-79

3
80-89

4
90-99
R = 95

Jadi pemilihan angka acak bebas, bila telah ditetapkan angka acak maka angka-angka selanjutnya adalah angka-angka yang berada pada satu kolom yang sama.
Kita tetapkan kembali bahwa pemilihan angka acak adalah 39 maka dengan mengulang pemilihan angka acak pada tabel 17.1 yang berada pada satu kolom yang sama kita dapat mensimulasikan permintaan untuk suatu periode waktu (langkah ke lima), sehingga langkah ke lima bila ditunjukan pada tabel berikut yaitu sebagai permintaan untuk 15 minggu berturut-turut adalah :

Tabel 7
Minggu ke
Angka acak (R)
Permintaan, X
Pendapatan (Rp)
1
39
1
12.500.000,00
2
73
2
25.000.000,00
3
72
2
25.000.000,00
4
75
2
25.000,000,00
5
37
1
12.500,000,00
6
02
0
0
7
87
3
37.500.000,00
8
98
4
50.000.000,00
9
10
0
0
10
47
1
12.500.000,00
11
93
4
50.000.000,00
12
21
1
12.500.000,00
13
95
4
50.000.000,00
14
97
4
50.000.000,00
15
69
2
25.000.000,00

Jumlah
31
387.500.000,00

Hasil simulasi ini dapat disimpulkan:
Perkiraan permintaan rata-rata laptop = 31/15 = 2,07 per minggu
Perkiraan rata-rata pendapatan rata-rata PT IBM Indonesia = Rp 387.500.000/15

yaitu  Rp 25.833.333,00 per minggu.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Simulasi Monte Carlo"

Posting Komentar